Kamis, 12 September 2013

ISLAM BEAUTIFUL



1.    Pengertian Pendidikan Agama Islam
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan mempunyai arti “proses pengelolaan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran”.
Secara etimologi pendidikan berasal dari bahasa yunani “paedagogie yang berarti ilmu yang membicarakan bagaimana memberi bimbingan kepada anak. Pengertian lain dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto bahwa “Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan masyarakat”.
Dari pengertian di atas, menjelaskan bahwa pada hakikatnya pendidikan merupakan bagian dari proses pendewasaan anak yang secara kodrati terus menerus berkembang dan akan tumbuh menjadi manusia yang mandiri. Proses tersebut perlu adanya bimbingan atau bantuan dari orang dewasa, karena anak cenderung meniru seseorang atau orang lain yang berada disekelilingnya. 

Menurut pendapat Sir Godref Thomson: “Pendidikan diartikan sebagai pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tetap atau permanen di dalam kebiasaan tingkah lakunya, pikirannya dan sikapnya”.
Pendidikan secara harfiah berasal dari bahasa latin ”edicare yang berarti membimbing untuk mengeluarkan kemampuan yang tersimpan dalam diri anak untuk tercapainya kedewasaan. Lebih spesifik lagi S. Brojonegoro mengemukakan bahwa “Pendidikan sebagai bantuan yang diberikan oleh orang yang bertanggung jawab pada si terdidik.
Di dalam buku yang dikarang oleh H.M. Arifin menulis bahwa pendidikan mempunyai arti “ikhtiar dari manusia untuk membantu mengarahkan fitrah manusia agar berkembang kepada titik maksimal yang dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan”.
Dari beberapa pendapat para ahli yang telah disebutkan di atas, maka pendidikan pada dasarnya merupakan bimbingan atau tuntunan yang dilakukan secara sadar, bertanggung jawab, memiliki tujuan dan dilakukan secara terus menerus dalam proses interaksi kehidupan manusia, yang dengan proses itu manusia akan terarah dan memiliki tujuan mengarahkan fitrah manusia kepada titik optimal serta tujuan
yang hendak dicapai yaitu terbentuknya manusia yang berkepribadian utuh sebagai manusia, yakni sebagai makhluk Tuhan yang hidup secara individu, sosial dan memiliki aqidah kepada Sang Pencipta selaku manusia yang beragama. Hakikat dari pendidikan itu sendiri untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh si anak supaya berkembang dan tumbuh secara baik dan kodrati sebagai individu (jasmani dan rohani), sehingga akan berguna bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya.
Adapun pengertian dari pembelajaran pendidikan agama Islam adalah suatu  upaya  membelajarkan  peserta  didik  agar  dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar dan tertarik untuk terus menerus mempelajari Agama Islam. Baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana  cara  beragama  yang  benar  maupun  mempelajari  Agama  Islam sebagai pengetahuan.
Pada perkembangan selanjutnya akibat kompleksitas masalah kehidupan yang terus mengalami perubahan di sekitar manusia, sekolah itu didirikan dan dilembagakan. Sekolah yang pada mulanya timbul hanya membantu orang tua menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak, ternyata telah beralih fungsi, seakan-akan sekolah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan. Fenomena inilah yang menunjukan bahwa sekolah diidentikkan dengan pendidikan,yakni pendidikan formal. Oleh karena itu pendidikan agama Islam yang diadakan oleh sekolah
hendaknya dapat merubah peningkatan dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga akan sangat berpengaruh positif terhadap kehidupan anak-anak baik secara individu, sosial dan memiliki aqidah yang kuat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar