1.
Pengertian Pendidikan
Agama Islam
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan mempunyai arti “proses pengelolaan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran”.
Secara
etimologi pendidikan berasal dari bahasa yunani “paedagogie”
yang berarti ilmu yang membicarakan bagaimana memberi bimbingan kepada anak.
Pengertian lain dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto bahwa “Pendidikan adalah
bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak dalam
pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan
masyarakat”.
Dari
pengertian di atas, menjelaskan bahwa pada hakikatnya pendidikan merupakan
bagian dari proses pendewasaan anak yang secara kodrati terus menerus
berkembang dan akan tumbuh menjadi manusia yang mandiri. Proses tersebut perlu
adanya bimbingan atau bantuan dari orang dewasa, karena anak cenderung meniru
seseorang atau orang lain yang berada disekelilingnya.
Menurut
pendapat Sir Godref Thomson: “Pendidikan diartikan sebagai pengaruh lingkungan
atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tetap atau permanen di dalam
kebiasaan tingkah lakunya, pikirannya dan sikapnya”.
Pendidikan
secara harfiah berasal dari bahasa latin ”edicare”
yang berarti membimbing untuk mengeluarkan kemampuan yang tersimpan dalam diri
anak untuk tercapainya kedewasaan. Lebih spesifik lagi S. Brojonegoro
mengemukakan bahwa “Pendidikan sebagai bantuan yang diberikan oleh orang yang
bertanggung jawab pada si terdidik.
Di
dalam buku yang dikarang oleh H.M. Arifin menulis bahwa pendidikan mempunyai
arti “ikhtiar dari manusia untuk membantu mengarahkan fitrah manusia agar
berkembang kepada titik maksimal yang dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang
dicita-citakan”.
Dari beberapa pendapat
para ahli yang telah disebutkan di atas, maka pendidikan pada dasarnya
merupakan bimbingan atau tuntunan yang dilakukan secara sadar, bertanggung
jawab, memiliki tujuan dan dilakukan secara terus menerus dalam proses
interaksi kehidupan manusia, yang dengan proses itu manusia akan terarah dan
memiliki tujuan mengarahkan fitrah manusia kepada titik optimal serta tujuan
yang
hendak dicapai yaitu terbentuknya manusia yang berkepribadian utuh sebagai
manusia, yakni sebagai makhluk Tuhan yang hidup secara individu, sosial dan
memiliki aqidah kepada Sang Pencipta
selaku manusia yang beragama. Hakikat dari pendidikan itu sendiri untuk
mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh si anak supaya berkembang dan
tumbuh secara baik dan kodrati sebagai individu (jasmani dan rohani), sehingga
akan berguna bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya.
Adapun
pengertian dari pembelajaran pendidikan agama Islam adalah suatu
upaya membelajarkan peserta didik agar dapat
belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar dan tertarik untuk terus
menerus mempelajari Agama Islam. Baik untuk kepentingan mengetahui
bagaimana cara beragama yang benar maupun
mempelajari Agama Islam sebagai pengetahuan.
Pada perkembangan
selanjutnya akibat kompleksitas masalah kehidupan yang terus mengalami
perubahan di sekitar manusia, sekolah itu didirikan dan dilembagakan. Sekolah
yang pada mulanya timbul hanya membantu orang tua menyelenggarakan pendidikan
bagi anak-anak, ternyata telah beralih fungsi, seakan-akan sekolah merupakan
satu-satunya lembaga pendidikan. Fenomena inilah yang menunjukan bahwa sekolah
diidentikkan dengan pendidikan,yakni pendidikan formal. Oleh karena itu
pendidikan agama Islam yang diadakan oleh sekolah
hendaknya
dapat merubah peningkatan dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik,
sehingga akan sangat berpengaruh positif terhadap kehidupan anak-anak baik
secara individu, sosial dan memiliki aqidah
yang kuat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar